Payakumbuh (SR Madina News) – Sebuah konser musik bertajuk Sarga Festival yang digelar pada Sabtu, 27 September 2025, berujung pada kontroversi besar. Acara yang semula dimaksudkan sebagai hiburan dan promosi budaya lokal ini justru memantik kemarahan ulama serta tokoh masyarakat setempat.
Pemicunya adalah salah satu lagu dalam set DJ yang liriknya berubah dari “Tuhan Kuaso” (Tuhan yang Maha Kuasa) menjadi “Tuhan Den Paso.” Meski sekilas terdengar mirip, perubahan tersebut dianggap tidak jelas maknanya dan dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap konsep ketuhanan.2/10/2025.

“Kami tidak terima, kenapa sampai kebobolan ungkapan seperti ini,” kata seorang tokoh ulama dikutip SR-Madina News dari tayangan video TikTok @kabar_nagari.
Potongan video konser itu viral di media sosial pada Kamis, 2 Oktober 2025, dan memicu gelombang protes. Tagar #TuhanDenPaso, #UlamaPayakumbuh, dan #KonserKontroversi menjadi trending, menandakan besarnya perhatian publik terhadap kasus ini.
Sejumlah kalangan menduga ada unsur provokatif atau setidaknya kelalaian panitia yang gagal melakukan kurasi konten secara ketat, sehingga lirik bermasalah tersebut bisa lolos diputar di hadapan ribuan penonton.
Sehingga tokoh agama tersebut meminta agar tidak membawa paham anti agama ke Kota Payakumbuh.
“Dan sekali lagi, Payakumbuh bukan kota orang tidak beragama, Payakumbuh bukan negeri orang tidak paham Tuhan.”
“Insya Allah kami kota beragama, jangan bawa paham-paham orang anti agama ke kota kami, kami siap menjaga tanah Payakumbuh,” tegas seorang pemuka agama.2/10/2025
Hingga kini, pihak penyelenggara belum memberikan keterangan resmi. Beberapa anggota panitia memilih tidak berkomentar, sementara lainnya mengaku masih melakukan evaluasi internal. Ketiadaan klarifikasi inilah yang semakin memperbesar kemarahan publik.(DS01)


