Siabu, (SR Madina News) — Pabrik arang berbahan baku tempurung kelapa milik Haji Royhan di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, mulai memberi dampak ekonomi bagi warga setempat. Keberadaan pabrik ini membuka peluang kerja sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru berupa pengepulan tempurung oleh masyarakat.
Pabrik tersebut memanfaatkan tempurung kelapa yang dikumpulkan warga dari berbagai titik di desa. Tempurung kemudian dijual ke pabrik untuk diolah menjadi arang yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Warga menilai kegiatan pengepulan tempurung menjadi sumber penghasilan tambahan yang cukup membantu.
“Sekarang tempurung tidak terbuang. Kami mengumpulkannya dan bisa dijual setiap hari,” kata salah seorang warga yang menjadi pengepul.(20/11/2025)
Permintaan arang tempurung yang terus meningkat membuat pasokan bahan baku dari masyarakat tetap berjalan. Selain membuka lapangan kerja, aktivitas ini ikut menggerakkan ekonomi lokal, khususnya bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.
Pabrik arang di Desa Huraba menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang dapat memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat. (DS01)

