Agar Warga Tak Lagi Menempuh Jalan Panjang Bernama Rujukan

Agar Warga Tak Lagi Menempuh Jalan Panjang Bernama Rujukan

Panyabungan, (SR Madina News) — Jarak dan waktu selama ini menjadi “harga mahal” yang harus dibayar masyarakat Mandailing Natal saat membutuhkan layanan kesehatan lanjutan. Rujukan ke Medan memakan waktu hingga 10–12 jam, sementara ke Padang sekitar tujuh jam perjalanan. Kondisi inilah yang melatarbelakangi kesungguhan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menjadikan RSUD Panyabungan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, saat penutupan akreditasi RSUD Panyabungan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang berlangsung di Aula BKIA Lantai II rumah sakit, Sabtu (13/12).

Menurut Atika, proses akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan ikhtiar agar pelayanan kesehatan bermutu dapat diakses lebih dekat oleh masyarakat. Dengan status rujukan, warga Madina diharapkan tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.

“Dengan segala keterbatasan ekonomi, masyarakat kita sangat terbebani jika harus dirujuk ke luar daerah. Karena itu, rumah sakit ini harus diperkuat agar mampu melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Tabagsel,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Atika Dorong Kemandirian Pangan Lewat Pemanfaatan Pekarangan

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah yang mencapai Rp287 miliar pada tahun mendatang, Pemkab Madina tetap mempertahankan dukungan bagi RSUD Panyabungan. Pemerintah daerah masih mengalokasikan anggaran pendidikan dan pelatihan bagi dokter serta perawat, meski jumlahnya terbatas.

Atika menyebutkan, anggaran diklat yang dialokasikan sekitar Rp250 juta. Jumlah itu seharusnya dapat jauh lebih besar jika tidak terkendala efisiensi. Namun, pemerintah daerah memilih tetap menyediakan anggaran tersebut demi menjaga peningkatan kualitas sumber daya manusia rumah sakit.

Meski berada dalam tekanan keterbatasan fiskal, RSUD Panyabungan tetap ditempatkan sebagai salah satu prioritas Pemkab Madina. Upaya peningkatan mutu layanan kesehatan dan pelayanan prima kepada masyarakat terus diupayakan, agar harapan warga untuk berobat lebih dekat dari rumah bukan sekadar angan.(*)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *