Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab Investor Minggat dari Indonesia

Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab Investor Minggat dari Indonesia

Sr Madina News – Di tengah tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia, melemahnya nilai tukar rupiah, hingga derasnya sentimen negatif yang beredar di kalangan investor global, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang membebani kondisi fiskal negara.

Namun anggapan tersebut dibantah langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Di kutip dari Tribun Medan.com Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional justru tidak menjadikan program MBG sebagai sumber utama kekhawatiran terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, perhatian lembaga pemeringkat global saat ini lebih banyak tertuju pada sentimen pasar dan persepsi investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Purbaya mengungkapkan bahwa dalam pertemuan terakhirnya dengan S&P Global Ratings, pembahasan mengenai program MBG tidak menjadi isu utama.

Sebaliknya, lembaga pemeringkat tersebut lebih menyoroti berbagai sentimen negatif yang berkembang di pasar keuangan domestik dan dampaknya terhadap kepercayaan investor.

“Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia tidak meributkan itu sebetulnya, cuma dia merebutkan sentimen, mempertanyakan atau mengkhawatirkan sentimen negatif yang ada di market, itu saja,” ujar Purbaya saat konferensi pers di Gedung DPR/MPR RI, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga :  Chanel SR Madina News

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang berkembang bahwa program MBG dianggap berpotensi mengganggu kesehatan fiskal Indonesia.

Menurut Purbaya, tantangan yang saat ini lebih diperhatikan investor global berkaitan dengan kondisi pasar keuangan Indonesia.

Dalam setahun terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi sekitar 20 persen. Bahkan jika dihitung dari level tertingginya, penurunan mencapai sekitar 38 persen.

Angka tersebut dinilai cukup dalam dan bahkan disebut melampaui koreksi yang pernah terjadi saat pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, arus modal asing juga menunjukkan tren keluar yang signifikan. Dalam periode 12 bulan terakhir, investor asing tercatat menarik dana hingga Rp78 triliun dari pasar domestik.

Fenomena tersebut menjadi salah satu indikator yang mencerminkan menurunnya kepercayaan sebagian investor terhadap pasar modal Indonesia.

Situasi semakin mendapat perhatian setelah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 28 Februari 2026 yang memberlakukan interim freeze terhadap Indonesia.

Keputusan tersebut menyoroti aspek transparansi serta tata kelola pasar modal nasional yang menjadi perhatian komunitas investasi internasional.

Baca Juga :  Pemkab Mandailing Natal Peringati Hari Otonomi Daerah Tahun 2026

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *