Dua unit truk tanki Pertamina yang diamankan Polda Riau di Rokan Hilir

Dua unit truk tanki Pertamina yang diamankan Polda Riau di Rokan Hilir

Sr Madina News– Dugaan aktivitas penyelewengan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kini sudah tampak jelas dan nyata bagi publik.

Di kutip dari persada Riau, Setelah Polda Riau menggerebek sebuah gudang yang menampung BBM subsidi langsung dari armada transportir resmi yang dikelola perusahaan negara.

Lokasi gudang tersebut berada di jalan lintas Riau – Sumatera Utara di Kilometer 13 Kecataman Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Di kutip dari persadariau.co.id, Dalam mendistribusikan BBM bersubsidi maupun non-subsidi, PT Elnusa Petrofin menjadi perusahaan yang mengelola aktivitas transportasi tersebut.

Merespons persoalan hukum yang terjadi baru-baru ini. Manager Corporate Communication, Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo beri penjelasan mengenai sistem pengawasan yang diterapkan.

Putiarsa menerangkan, Elnusa Petrofin memastikan keamanan dan keandalan penyaluran BBM melalui sistem pengendalian berlapis.

Hal itu mencakup kesiapan Awak Mobil Tangki (AMT), kondisi kendaraan, pengawasan perjalanan secara real–time, pengamanan terminal, dan pengelolaan integritas fasilitas.

Secara sederhana, pengendaliannya dilakukan dalam tiga tahap: sebelum keberangkatan, selama perjalanan, dan setelah armada kembali ke terminal.

“Pertama; Road Traffic Control (RTC) 24 jam dalam 7 hari. RTC merupakan pusat kendali untuk memantau operasional mobil tangki secara real–time selama 24 jam,” katanya kepada Persadariau, (24/7/26).

Baca Juga :  MTQ XXV Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Resmi Di Tutup Bupati

Ia melanjutkan, sistem ini mengintegrasikan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan lebih dari 2.200 CCTV armada ke dalam dashboard digital terpusat.

Melalui RTC, perusahaan dapat memantau posisi dan pergerakan mobil tangki, rute serta perkembangan perjalanan, perilaku berkendara AMT.

Lalu, kondisi perjalanan dan potensi keterlambatan, performa operasional serta siklus distribusi serta anomali yang memerlukan intervensi segera.

Dengan demikian, pengawasan tidak hanya bergantung pada laporan dari lapangan, tetapi didukung data aktual yang dapat digunakan untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Kedua; GPS Tracking dan Two–Way Communication. Alat tersebut tidak hanya digunakan untuk mengetahui lokasi kendaraan. Tetapi perangkat ini juga menjadi sarana komunikasi dua arah antara pusat kendali dengan AMT.

“Apabila ditemukan kondisi tidak aman, keterlambatan, penyimpangan perjalanan, atau perilaku berkendara berisiko, petugas pengendali dapat segera menghubungi AMT dan memberikan instruksi,” terang Putiarsa.

Teknologi tersebut memperpendek waktu respons dan membantu mencegah risiko berkembang menjadi insiden.

Kemudian yang ketiga; CCTV armada berbasis kecerdasan buatan Mobil tangki dilengkapi CCTV untuk memantau kondisi kabin, pengemudi, kendaraan, dan perjalanan.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Musa Rajekshah, Pertanyakan Perubahan Perencanaan Jalan Nasional

Dia menjelaskan, pada unit yang telah dilengkapi teknologi berbasis AI, sistem dapat mendeteksi sejumlah indikasi dan perilaku awak mobil.

“Seperti wajah lelah atau mengantuk, pengemudi menguap, penggunaan telepon saat mengemudi, aktivitas merokok, perilaku atau kondisi berkendara yang tidak aman,” ucap Manager Corporate ini.

Ketika terdeteksi indikasi tersebut, pusat kontrol dapat melakukan intervensi melalui komunikasi dua arah atau meminta AMT berhenti di rest area.

Menurut Putiarsa, teknologi ini menjadi bagian penting dari pencegahan kecelakaan akibat kelelahan dan human error.

Keempat, digital Journey Risk Management atau JRM digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko setiap perjalanan, sejak tahap perencanaan hingga kendaraan tiba di tujuan.

Aspek yang diperhatikan antara lain: Kondisi dan karakteristik rute; Titik rawan kemacetan dan kecelakaan; Jarak dan estimasi waktu perjalanan;

Kondisi cuaca dan geografis; Kebutuhan tempat istirahat; Kesiapan kendaraan dan AMT; Langkah mitigasi apabila terjadi kondisi darurat.

Digitalisasi JRM membuat penilaian risiko perjalanan lebih terdokumentasi, konsisten, dan mudah dipantau oleh unit operasi maupun kantor pusat.

selengkapnya baca di www.persadariau.co.id

Baca Juga :  Seluruh Pucuk pimpinan Forkopimda Madina Hadiri Rakornas Tahun 2026 Di Bogor

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *