MBG, (SR Madina News) — Banjir yang berulang di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal kembali menghentikan aktivitas pendidikan. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 387 Rantau Panjang nyaris setiap tahun terendam air saat intensitas hujan meningkat, memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan selama beberapa hari.
Kepala SDN 387 Rantau Panjang, Masidah, menjelaskan bahwa genangan air rata-rata mencapai sekitar satu meter. Pada kejadian banjir kali ini, ketinggian air lebih parah sehingga merusak perabot sekolah dan sejumlah fasilitas pendukung. Akibatnya, ruang kelas tidak dapat digunakan untuk proses pembelajaran.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Mandailing Natal, Saipullah. Ia menilai lokasi sekolah saat ini sudah tidak lagi aman untuk kegiatan belajar dalam jangka panjang. Menurutnya, perbaikan bangunan tidak akan menyelesaikan persoalan jika banjir terus terjadi setiap tahun.
“Kalaupun nanti diperbaiki, hujan akan datang kembali dan sekolah ini tetap terendam. Perabot, buku, dan fasilitas lainnya akan terus rusak,” ujar Saipullah. Senin,(15/12/2025)

Bupati juga mengkhawatirkan dampak yang lebih besar apabila genangan berlangsung dalam waktu lama. Jika banjir bertahan hingga dua pekan, siswa terpaksa tidak mengikuti kegiatan belajar selama periode tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Saipullah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menunggu pengajuan resmi dari Kepala Desa dan Kepala Sekolah sebagai dasar untuk mengambil langkah lanjutan, termasuk rencana relokasi SDN 387 Rantau Panjang.(*)

