Ketika Sungai Menjadi Saksi, Azan Mengantar Langkah Pulang

Ketika Sungai Menjadi Saksi, Azan Mengantar Langkah Pulang

MBG — (SR Madina News) – Pagi itu, Desa Lubuk Kapundung II terbangun lebih pelan dari biasanya. Mentari menyentuh atap-atap kayu, angin sungai berembus lembut, dan warga menikmati waktu seolah tak ingin beranjak. Ada tamu yang akan pulang, dan desa bersiap melepasnya dengan cara paling sunyi, Minggu, (14/12/2025)

Warga masih melihat sosok Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, berjalan menyusuri lorong-lorong desa. Tanpa atribut, tanpa jarak, ia menyapa dari teras ke teras, berbagi senyum dengan mereka yang ditemuinya pagi itu.

 

Photo : Bupati Madina Menapaki Jalan Desa

Di sebuah kedai kopi, kebersamaan berlangsung sederhana. Secangkir kopi panas dan pisang goreng menemani perbincangan ringan bersama sejumlah kepala OPD. Tak ada panggung, tak ada protokol berlebih—hanya pagi yang jujur dan perjumpaan yang hangat.

Namun waktu tak pernah menunggu. Saat matahari beringsut ke arah siang, kabar kepulangan pun menyebar. Warga bergerak bersama, mengantar hingga ke tepi sungai jalur yang selama ini menjadi nadi kehidupan dan satu-satunya akses keluar masuk desa.

Baca Juga :  Ketum AKHLIMA: Makna Merdeka Tercapai Bila Kekayaan Alam Memberi Kemakmuran Rakyat.

 

Di sana, perpisahan berlangsung tanpa kata-kata panjang. Jabat tangan, lambaian, dan tatapan yang menyimpan harap mengalir di antara deru air sungai. Seolah ada doa yang tak terucap, menggantung di udara.

Tepat ketika perahu bersiap meninggalkan tepian, suara azan menggema. Seorang warga berdiri, melantunkannya dengan khidmat. Azan itu bukan sekadar panggilan waktu, melainkan doa perjalanan pengantar langkah pulang seorang pemimpin.

 

Sungai pun kembali mengalir seperti biasa. Namun pagi itu, ia telah menjadi saksi: tentang pertemuan tanpa jarak, tentang pemimpin yang datang dan pergi dengan kesederhanaan, dan tentang azan yang mengikat perpisahan dalam keheningan penuh makna.(*)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *