Mandina, (SR Madina News) — Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Mandailing Natal menjatuhkan sanksi tegas terhadap klub, tim, dan pemain yang terlibat dalam insiden pemukulan wasit pada Turnamen NNB Cup II 2025. Sabtu, (13/12/2025)
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Komisi Disiplin PSSI Mandailing Natal Nomor: 521/KD-PSSI-MN/XII/2025.
Keputusan ini diambil setelah Komdis PSSI Madina menggelar sidang disiplin pada Rabu, 10 Desember 2025, dengan mempertimbangkan laporan resmi wasit, keterangan saksi, bukti video pertandingan, serta surat pernyataan jaminan keamanan dari panitia turnamen.
Insiden pemukulan wasit terjadi dalam rangkaian pertandingan Turnamen NNB Cup II 2025, baik pada laga Putaran 8 Besar antara Muda Raya FC melawan Rambin FC, maupun pada pertandingan Grand Final antara Anduring FC versus Sinar Muda FC. Tindakan kekerasan tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat yang mencederai sportivitas serta mencoreng marwah sepak bola daerah.
Sebagai bentuk ketegasan, Komdis PSSI Mandailing Natal menjatuhkan sanksi larangan mengikuti seluruh kompetisi dan turnamen resmi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal kepada Klub Muda Raya FC selama 12 bulan, serta Tim Anduring FC Singengu selama 18 bulan.
Selain itu, sanksi individu juga dijatuhkan kepada pemain Anduring FC atas nama Saleh, nomor punggung 33, yang berposisi sebagai penjaga gawang. Pemain tersebut dinyatakan terbukti terlibat dalam tindakan pemukulan terhadap wasit dan dijatuhi hukuman larangan terlibat dalam seluruh kompetisi sepak bola di Mandailing Natal selama 24 bulan.
Menanggapi keputusan tersebut, Plt. Ketua PSSI Mandailing Natal, Hanafi, menegaskan bahwa organisasi tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan di lapangan hijau.
“Keputusan Komisi Disiplin ini bersifat final dan mengikat. Seluruh pihak wajib mematuhinya demi menjaga marwah PSSI serta menjunjung tinggi sportivitas dan fair play dalam setiap kompetisi sepak bola di Mandailing Natal,” tegas Hanafi.
Komisi Disiplin PSSI Mandailing Natal menilai bahwa kekerasan terhadap wasit merupakan pelanggaran berat yang tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Keputusan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh klub, pemain, ofisial, dan suporter agar menghormati perangkat pertandingan.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.(*)

