Madina, (SR Madina News) — Masjid Muhammadiyah Sihepeng menggelar Salat Jumat perdana setelah diresmikan oleh Menko Bidang Pangan beberapa waktu lalu. Pada khutbah pertamanya, khatib mengangkat tema memakmurkan masjid dengan merujuk Surat At-Taubah ayat 18, Jumat, (5/12/2025).
Dalam khutbah disampaikan bahwa yang berhak memakmurkan masjid adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Khatib menjelaskan bahwa memakmurkan masjid mencakup dua hal: secara fisik dengan membangun, membersihkan, dan merawat, serta secara spiritual dengan meramaikannya melalui salat berjamaah, zikir, pengajian, dan kegiatan ibadah lainnya.
Khatib menegaskan bahwa masjid tidak cukup hanya megah secara bangunan, tetapi harus hidup dengan aktivitas ketaatan dan keberadaan umat.
Di akhir khutbah, beliau juga mengingatkan jamaah agar tidak lupa menunaikan zakat melalui Lazismu Madina, sesuai perintah Surah At-Taubah wa âtaz-zakâta (menunaikan zakat). Ia menekankan bahwa di tengah kondisi serba sulit, zakat sangat penting untuk menunjang program-program kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, sosial dakwah, lingkungan, dan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Para jamaah yang hadir menyambut positif pesan tersebut dan berharap keberadaan masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya menyejukkan secara spiritual, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi kehidupan sosial masyarakat sekitar. Mereka menilai khutbah perdana ini menjadi pengingat penting tentang peran umat dalam menjaga dan menghidupkan masjid.
Pengurus Masjid Muhammadiyah Sihepeng juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang akan dijalankan ke depan. Mereka menegaskan bahwa masjid ini bukan hanya untuk Salat Jumat semata, tetapi akan difungsikan sebagai tempat pembinaan, pendidikan Islam, serta pusat kegiatan sosial yang mendukung kemajuan warga.(*)

