Madina,(SR Madina News) — Proyek perbaikan bahu Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dikeluhkan warga karena mangkrak selama berbulan-bulan. Kondisi ini memicu kemacetan dan dinilai membahayakan keselamatan pengendara.
Ardi, seorang pengguna jalan, mengatakan material proyek seperti batu dan pasir yang berserakan di badan jalan sangat mengganggu arus lalu lintas, terutama karena minimnya rambu peringatan di sekitar lokasi.
“Kondisi ini memicu kemacetan dan rawan kecelakaan karena material dan pasir menumpuk berserakan di pinggir jalan. Situasi ini semakin diperparah dengan minimnya rambu peringatan,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, Jalinsum merupakan jalur vital yang setiap hari dilewati ribuan kendaraan. Ia menyebut ancaman kecelakaan bagi pengendara sepeda motor semakin tinggi, khususnya pada malam hari akibat terbatasnya penerangan jalan.
Warga dan pengguna jalan mendesak Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan perbaikan tersebut demi keselamatan publik.(DarmaSir)
