Madina, (SR Madina News) – Di tengah kondisi Binsar yang masih terbaring menjalani perawatan akibat luka pembacokan, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Fraksi Partai Golkar datang menjenguknya di RSUD Panyabungan, Selasa (6/10).

Tiga anggota DPRD Madina yang datang yakni M. Nasrul Hilmi Nasution, Erwin Efendi Nasution, dan Jeni Saputra. Mereka langsung menuju ruang ICU untuk melihat kondisi Binsar sekaligus memberikan dukungan kepada korban dan keluarganya.
M. Nasrul Hilmi Nasution mengatakan, kedatangan mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Binsar yang masih menjalani perawatan setelah menjadi korban pembacokan.
“Kami datang untuk melihat kondisi sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga. Semoga segera diberikan kesembuhan,” kata Nasrul, anggota DPRD Madina dari Fraksi Golkar Dapil I.

Menurut Nasrul, perhatian terhadap korban menjadi hal penting di tengah proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap Binsar dapat segera pulih dan keluarga diberikan kekuatan menghadapi situasi tersebut.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa penganiayaan yang menimpa Binsar. Sementara terkait proses hukum, ia berharap seluruhnya berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Binsar sendiri masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Panyabungan untuk memulihkan luka yang dialaminya dalam peristiwa pembacokan yang terjadi di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu, Sabtu (3/10) sekitar pukul 15.30 WIB.
Sebelum kejadian, Binsar baru saja selesai melaksanakan agenda menyerap aspirasi masyarakat atau reses. Setelah itu, ia menyempatkan diri bertakziah di pemakaman warga setempat.
Saat sedang berbincang dengan rekannya, Afner, di samping halaman rumah warga, Binsar didatangi pelaku dari arah belakang.
Pelaku kemudian merangkul korban dan menikamnya menggunakan pisau dapur. Akibat serangan tersebut, Binsar mengalami luka pada bagian leher kanan dan punggung kanan.
Kepolisian menyebut aksi penyerangan tersebut diduga dipicu rasa sakit hati dan dendam lama. Dari pemeriksaan awal, tersangka berinisial MYP mengaku emosinya dipicu perselisihan terkait jual-beli harta warisan yang sebelumnya dijual kepada korban.
Namun, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara utuh fakta hukum di balik peristiwa pembacokan itu, termasuk kemungkinan adanya motif lain.
Di tengah proses tersebut, Binsar kini masih fokus menjalani perawatan. Dukungan dari keluarga, rekan, maupun sejumlah anggota DPRD menjadi bagian dari perhatian yang diterimanya selama menjalani pemulihan di RSUD Panyabungan.(DS01)
