Madina, (SR Madina News) – Niat tulus untuk menunaikan ibadah umrah justru berujung pada kekecewaan. Sebanyak 30 jamaah umrah yang disebut berasal dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terlantar di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kondisi tersebut menuai kecaman keras dari Ketua DPRD Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis, SH.Ia meminta pihak travel yang bertanggung jawab atas keberangkatan para jamaah tidak lepas tangan dan segera menyelesaikan persoalan tersebut.
“Terhadap pemilik travel yang dipercaya dan telah menelantarkan jamaah umrah, kasihan masyarakat yang sudah susah payah untuk bisa berangkat umrah. Kalau sampai gagal, tentu ini tindakan yang salah,” ujar Erwin saat ditemui di Kantor Gerindra, Kamis (20/8/2026).
Menurut Erwin, keberangkatan ke Tanah Suci bukanlah perkara mudah bagi setiap jamaah. Ada masyarakat yang harus menabung selama bertahun-tahun, bahkan menjual sebagian harta yang dimiliki, demi mewujudkan impian melaksanakan ibadah umrah.
“Ada yang menabung sedikit demi sedikit agar bisa terwujud melaksanakan ibadah umrah. Karena itu, jangan sampai ada travel yang nakal memanfaatkan keinginan umat untuk berangkat ke Tanah Suci hanya demi kepentingan kelompok atau pribadi,” tegasnya.
Erwin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran perjalanan umrah yang murah maupun berbagai janji fasilitas yang terlihat menarik.
Ia meminta calon jamaah lebih rasional dan objektif dalam memilih biro perjalanan umrah dengan memperhatikan kredibilitas serta rekam jejak travel tersebut.
“Menunaikan umrah itu ibadah yang sangat bagus. Apalagi dalam situasi sekarang, antrean untuk melaksanakan ibadah haji sangat panjang. Tetapi kepada semua masyarakat harus rasional dan objektif melihat serta memilih travel umrah mana yang layak dipercaya dan memiliki kredibilitas,” katanya.
Jangan Zolimi Jamaah
Erwin menegaskan, pihak travel seharusnya memahami bahwa jamaah yang mereka berangkatkan bukan sekedar pelanggan, melainkan masyarakat yang sedang berusaha menjalankan ibadah.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh pengelola travel umrah, khususnya yang beroperasi di Mandailing Natal, agar tidak mengecewakan jamaah dan menjalankan tanggung jawab sebagaimana mestinya.
“Tidak boleh Anda menzolimi orang yang ingin melaksanakan ibadah ke Tanah Suci Makkah,” tegasnya.
Ia mengapresiasi travel umrah yang benar-benar memberikan pelayanan dan menjaga jamaahnya sejak keberangkatan hingga kepulangan. Namun, ia menyayangkan jika ada travel yang hanya mengejar keuntungan tanpa memiliki rasa tanggung jawab terhadap jamaah.
“Terima kasih kepada travel umrah yang betul-betul menjaga seluruh jamaahnya. Tetapi sangat miris bagi travel umrah yang hanya memikirkan keuntungan, tetapi tidak memiliki rasa pertanggungjawaban,” ujarnya.
Minta Jamaah Segera Mendapat Solusi
Terkait 30 jamaah yang terlantar di Kualanamu, Erwin berharap persoalan tersebut segera mendapatkan jalan keluar. Ia juga berharap para jamaah yang terdampak dapat memperoleh hak dan kepastian terkait perjalanan ibadah mereka.
“Mudah-mudahan masalah ini akan selesai, akan ada solusi. Bagi seluruh masyarakat yang ditelantarkan, saya berharap dan memohon agar mereka dapat kembali ke Mandailing Natal jika memang kondisi tidak memungkinkan,” katanya.
Erwin kembali menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat sebelum memilih travel umrah.
“Jangan mudah tergoda, jangan mudah terbuai karena fasilitas yang meringankan, ongkos yang lebih murah, atau janji yang menggugah. Lihat betul kredibilitas travel tersebut,” pesannya.
Ia berharap kasus tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat sekaligus peringatan bagi seluruh penyelenggara perjalanan umrah agar tidak mengabaikan tanggung jawab terhadap jamaah.
Sebab, di balik setiap keberangkatan menuju Tanah Suci, terdapat perjuangan panjang, pengorbanan harta, waktu, dan harapan besar untuk memenuhi panggilan ibadah.
“Jangan sampai niat suci untuk beribadah justru dibalas dengan penderitaan karena kelalaian dan ketidakbertanggungjawaban,”tegas Erwin.(DS01)

