Madina (SR Madina News) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara mulai melakukan akselerasi politik pasca terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2025-2030 pada 14 September 2026. Salah satu langkahnya adalah mendorong Musyawarah Daerah (Musda) di 33 kabupaten/kota.
Hal itu ditanggapi tokoh senior Partai Golkar Mandailing Natal, H. Syaripul Sarling Lubis. Anggota DPRD Madina dua periode yang akrab disapa Ompung Sarling ini menyampaikan pandangannya usai diwawancarai di Panyabungan, Selasa (13/10/2026).
Tanggapan tentang Kepengurusan Golkar Sumut
“Setelah melihat dan menganalisa komposisi kepengurusan Partai Golkar Sumatera Utara, saya yakin di tangan Ketua Andar Amin Harahap Golkar akan semakin berkibar, taat dengan pertauran yang berlaku di partai Golkar dan menang di tahun 2029,” kata Ompung Sarling.
Kapan Musda Madina?
Ditanya soal jadwal Musda Golkar Madina, Ompung Sarling menyebut harus taat AD/ART.
“Menurut pengalaman saya sebagai kader Golkar kurang lebih 40 tahun, pelaksanaan Musda tidak terlepas dari AD/ART dan dibarengi dengan JUKLAK yang berlaku. Sepengetahuan saya, Rapat Pleno Partai Golkar Madina sudah dilaksanakan tanggal 07 Oktober 2026, akan tetapi jadwal dan teknis pelaksanaan belum ada,” terangnya.
Siapa Layak Jadi Ketua Golkar Madina?
Ompung Sarling membagi calon menjadi dua kategori:
Kategori 1 – Memenuhi Syarat Tanpa Diskresi:
- Zubaidah Nasution, S.Sos – Anggota DPRD Madina 2 periode, Ketua Fraksi Golkar
- Sobir Lubis, SH – Anggota DPRD 2019-2024, Ketua AMPG Madina
- Erwin Efendi Nasution, SH – Anggota DPRD 3 periode
- Arsidin Batubara, SE, M.Si – Anggota DPRD 3 periode, Sekretaris Golkar Madina saat ini
Kategori 2 – Layak dengan Diskresi DPP:
- Jeni Saputra – Anggota DPRD Madina saat ini
- Indah Annisa – Anggota DPRD Madina saat ini, Wakil Ketua DPRD
- Salman – Anggota DPRD Madina saat ini
- H. Saipullah Nasution, SH, MM – Pengurus Golkar Sumut 2022-2025 dan Bupati Madina saat ini
5 Harapan Ompung Sarling untuk Musda Madina:
1. Jaga Soliditas, Hindari Perpecahan
Musda harus jadi momentum konsolidasi dan merapatkan barisan, bukan sumber konflik. Dinamika dan perbedaan dukungan harus disikapi bijak agar tidak merusak citra partai. Karena Partai Golkar adalah partai besar yang tentunya harus kita besarkan bersama dan Madina adalah salah satu lumbung suara Partai Golkar di Sumut.
2. Dorong Rotasi, Akomodasi Kader Lama & Muda
Kepengurusan baru harus melakukan regenerasi sehat dengan membuka ruang bagi kader lama dan merangkul kader muda potensial dan idealis.
3. Tolak Kader Karbitan dan Transaksional
Jangan sampai kepengurusan disusupi fenomena kader karbitan atau penumpang gelap yang masuk instan tanpa kaderisasi berjenjang. Pemimpin baru harus paham sejarah partai, doktrin kekaryaan, dan ideologi Golkar.
4. Patuh AD/ART dan Mekanisme Partai
Pendaftaran bakal calon harus dibuka transparan bagi siapa saja yang memenuhi syarat organisasi tanpa oligarki internal.
5. Lahirkan Pemimpin Berorientasi Kerja Nyata
Musda harus menghasilkan kepemimpinan yang responsif, amanah, mampu membawa program kerja nyata yang dekat dengan masyarakat dan bisa berkolaborasi dengan pemerintah serta mempunyai pengalaman yang mumpuni dalam memimpin. Ini langkah strategis mengembalikan kejayaan partai dan memenangkan agenda politik 2029.(DS01)

