Medan (SR Madina News) – Pelatihan Jurnalistik Filantropi yang digelar Lazismu Sumatera Utara resmi berakhir pada 27 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September, tersebut digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara dan diikuti 40 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara Ahad, (27/9/2026).
Pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang belajar jurnalistik, tetapi juga menjadi wadah bagi para peserta untuk memahami bagaimana aktivitas filantropi dapat disampaikan kepada publik melalui tulisan, foto, maupun video yang menarik dan informatif.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai keterampilan jurnalistik yang dapat diterapkan dalam mendokumentasikan sekaligus menyampaikan berbagai kegiatan filantropi di daerah masing-masing.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Ketua Lazismu Sumatera Utara, Putrama Al Khair. Dalam sambutannya, ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan oleh para peserta setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Semoga ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan di daerah masing-masing, untuk mengembangkan Lazismu” ujar Putrama Al Khair.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik menjadi bagian penting dalam memperkenalkan berbagai aktivitas filantropi kepada masyarakat. Dengan penyampaian informasi yang baik, kerja-kerja sosial dan kemanusiaan yang dilakukan Lazismu di berbagai daerah dapat diketahui lebih luas.
Suasana penutupan semakin semarak dengan pemberian penghargaan kepada peserta yang dinilai memiliki hasil terbaik selama kegiatan. Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, yakni Peserta Terbaik, Foto Terbaik, dan Video Terbaik.
Penyerahan hadiah dan sertifikat menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelatihan sekaligus menjadi apresiasi atas partisipasi dan kreativitas para peserta.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, 40 peserta diharapkan dapat membawa pulang bukan hanya sertifikat, tetapi juga keterampilan untuk mengolah berbagai aktivitas filantropi menjadi informasi yang menarik, faktual, dan mudah diterima masyarakat.
Dari ruang pelatihan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara, cerita tentang kerja-kerja filantropi diharapkan terus bergerak ditulis, dipotret, direkam, dan disampaikan kepada publik.(DS01)
Medan (SR Madina News) – Pelatihan Jurnalistik Filantropi yang digelar Lazismu Sumatera Utara resmi berakhir pada 27 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September, tersebut digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara dan diikuti 40 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara Ahad, (27/9/2026).
Pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang belajar jurnalistik, tetapi juga menjadi wadah bagi para peserta untuk memahami bagaimana aktivitas filantropi dapat disampaikan kepada publik melalui tulisan, foto, maupun video yang menarik dan informatif.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai keterampilan jurnalistik yang dapat diterapkan dalam mendokumentasikan sekaligus menyampaikan berbagai kegiatan filantropi di daerah masing-masing.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Ketua Lazismu Sumatera Utara, Putrama Al Khair. Dalam sambutannya, ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan oleh para peserta setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Semoga ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan di daerah masing-masing, untuk mengembangkan Lazismu” ujar Putrama Al Khair.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik menjadi bagian penting dalam memperkenalkan berbagai aktivitas filantropi kepada masyarakat. Dengan penyampaian informasi yang baik, kerja-kerja sosial dan kemanusiaan yang dilakukan Lazismu di berbagai daerah dapat diketahui lebih luas.
Suasana penutupan semakin semarak dengan pemberian penghargaan kepada peserta yang dinilai memiliki hasil terbaik selama kegiatan. Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, yakni Peserta Terbaik, Foto Terbaik, dan Video Terbaik.
Penyerahan hadiah dan sertifikat menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelatihan sekaligus menjadi apresiasi atas partisipasi dan kreativitas para peserta.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, 40 peserta diharapkan dapat membawa pulang bukan hanya sertifikat, tetapi juga keterampilan untuk mengolah berbagai aktivitas filantropi menjadi informasi yang menarik, faktual, dan mudah diterima masyarakat.
Dari ruang pelatihan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara, cerita tentang kerja-kerja filantropi diharapkan terus bergerak ditulis, dipotret, direkam, dan disampaikan kepada publik.(DS01)

