Madina (SR Madina Newa) — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Sumatera Utara menggelar kunjungan kerja sekaligus kegiatan pembinaan pengelolaan zakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sabtu, (17/10/2026).
Langkah ini diambil untuk memaksimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah tersebut yang dinilai sangat besar namun belum tergarap secara optimal.

Ketua Lazismu Wilayah Sumut, Putrama Al Khair, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kehadiran tim wilayah ke Madina merupakan bagian dari tanggung jawab pembinaan demi meningkatkan efektivitas pengumpulan dan penyaluran dana ZIS di tingkat daerah.
Menurut Putrama, Mandailing Natal memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa, terutama dari sektor pertanian, ritel, hingga berbagai potensi lokal lainnya. Namun, angka penghimpunan zakat secara umum di Sumatera Utara masih jauh dari potensi riilnya.
“Kalau kita lihat, potensi zakat di Sumatera Utara itu diperkirakan mencapai Rp8 triliun. Sayangnya, akumulasi yang berhasil dihimpun oleh seluruh lembaga zakat se-Sumut—termasuk BAZNAS bahkan belum mencapai Rp100 miliar. Ada selisih angka yang sangat jauh,” ujar Putrama.
Ia menambahkan, dari total potensi raksasa di tingkat provinsi tersebut, porsi yang cukup dominan sebenarnya berada di Kabupaten Mandailing Natal. Hal inilah yang mendorong Lazismu Wilayah Sumut untuk turun langsung mendampingi pengurus di daerah agar mampu menggarap potensi yang ada.

Terkait target penghimpunan, Putrama menyoroti hasil Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pertengahan tahun lalu yang menetapkan target awal untuk Lazismu Madina sebesar Rp100 juta. Menurutnya, angka tersebut masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan peta potensi daerah saat ini.
“Melihat situasi dan kondisi ekonomi di Madina, target Rp100 juta itu sebenarnya sangat minim. Jika kita bergerak bersama dan menguatkan sinergi dengan seluruh unsur pimpinan persyarikatan Muhammadiyah, jangankan Rp100 juta, angka Rp1 miliar pun sebenarnya sangat masuk akal dan bisa dicapai,” tegasnya penuh optimisme.
Kendati demikian, Putrama menyadari bahwa Lazismu tidak bisa bergerak sendirian untuk mencapai lompatan target tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan penuh dari struktur persyarikatan Muhammadiyah di daerah.
“Harapan kita, Lazismu Madina mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) beserta seluruh unsur pimpinan yang ada di Mandailing Natal. Sinergi ini kunci utama agar gerak Lazismu bisa lebih masif dalam menggerakkan seluruh potensi zakat demi kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.(DarmaSir)
