Sambil Jenguk Ayah, Ketua DPRD Madina Sapa Pasien.

Sambil Jenguk Ayah, Ketua DPRD Madina Sapa Pasien.

Panyabungan (SR Madina News) – Di tengah kekhawatiran karena sang ayah sedang menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSU Panyabungan, Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal, H. Erwin Efendi Lubis, masih menyempatkan diri melihat kondisi warga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut Senin,(21/9/2026).

Erwin datang menjenguk ayahandanya yang tengah dirawat. Namun, sebelum meninggalkan rumah sakit, ia menyempatkan diri berjalan melihat sejumlah pasien yang sedang terbaring di ruang perawatan.

Mengenakan kemeja hitam, Erwin terlihat berbincang dengan beberapa pasien. Ia menanyakan kondisi mereka dan memberikan semangat agar tetap kuat menjalani pengobatan.

Dalam kesempatan itu, Erwin didampingi salah seorang staf rumah sakit. Tidak ada suasana formal. Ia hanya datang, menyapa dan berbicara sebentar dengan warga yang ditemuinya.

“Kita semua adalah keluarga. Ketika menjenguk orang tua saya di sini, saya melihat banyak warga kita juga yang sedang berjuang untuk sembuh. Sudah menjadi kewajiban kita untuk saling menguatkan dan mendoakan,” kata Erwin.

Bagi keluarga pasien, perhatian tersebut menjadi sesuatu yang berarti. Di tengah kondisi sakit dan harus menjalani perawatan, sapaan serta dukungan dari seorang pimpinan daerah tentu memberi semangat tersendiri.

Baca Juga :  Ketua PKS Madina: Muscab VI DPC PPP Madina, Momentum Melahirkan Nakhoda Baru

Apa yang dilakukan Erwin juga menunjukkan bahwa kepedulian kepada masyarakat tidak selalu harus dalam bentuk bantuan materi. Hadir, mendengar keluhan, memberikan semangat dan mendoakan orang yang sedang sakit juga merupakan bentuk kepedulian yang memiliki arti.

Di tengah urusan keluarga yang sedang dihadapi, Erwin tetap menyempatkan waktu untuk menyapa masyarakat. Sebuah perhatian sederhana, tetapi bagi mereka yang sedang terbaring sakit, hal itu bisa menjadi penyemangat untuk terus berjuang menuju kesembuhan.
(Sumber : BBNews)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *