Taman Raja Batu Madina Diduga Terbengkalai Bertahun-tahun, Aktivis Soroti Minimnya Perawatan dan Potensi Kerawanan
Mandailing Natal โ Kondisi objek wisata Taman Raja Batu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menjadi sorotan publik. Salah satu ikon wisata daerah yang sebelumnya dikenal indah dan tertata rapi itu kini dinilai mengalami penurunan kondisi akibat minimnya perawatan dalam beberapa tahun terakhir.
Aktivis Kontras Madina, Todung Mulya Lubis, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Komunitas Kodam I/Bukit Barisan, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi taman tersebut saat ditemui di kantin belakang Dinas Pendidikan Madina, Selasa (2/6/2026).
Menurut Todung, pada masa kepemimpinan Bupati Dahlan Hasan Nasution periode 2016โ2021, Taman Raja Batu menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan masyarakat Madina. Kawasan tersebut tertata dengan baik, bersih, serta menjadi lokasi favorit masyarakat untuk berwisata dan bersantai.
“Kalau kita melihat kembali beberapa tahun lalu, Taman Raja Batu sangat indah dan enak dipandang. Namun saat ini kondisinya jauh berbeda. Banyak tumbuhan liar yang tumbuh tanpa perawatan sehingga sebagian area terlihat seperti hutan belantara,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut mulai terlihat sejak masa kepemimpinan Bupati M. Jafar Sukhairi Nasution โ Atika Azmi Utammi dan berlanjut hingga saat ini pada era Saipullah Nasution โ Atika Azmi Utammi.
Todung mengatakan, pohon-pohon liar yang tumbuh tidak terkendali kini telah berukuran besar dan menutupi sejumlah bagian kawasan wisata. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengurangi nilai estetika taman, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan keamanan.
“Akibat tidak adanya perawatan yang maksimal, kawasan ini menjadi terkesan sepi dan kurang terpantau. Kondisi seperti ini berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai tindakan yang tidak diinginkan,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera melakukan penataan dan revitalisasi Taman Raja Batu agar kembali menjadi destinasi wisata yang nyaman, aman, dan menarik bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
“Taman Raja Batu adalah salah satu aset daerah yang memiliki nilai sejarah dan potensi wisata. Sangat disayangkan jika dibiarkan terus-menerus tanpa perhatian serius. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menghidupkan kembali ikon wisata kebanggaan masyarakat Madina ini,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perawatan maupun revitalisasi kawasan wisata Taman Raja Batu tersebut.
