Payakumbuh, Sr Madina News- Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menargetkan mampu memenuhi 20 persen kebutuhan telur di daerah ini mulai 2027.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution saat membawa rombongan, termasuk peternak, studi tiru peternakan ayam petelur di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada Rabu, 3 Juni 2026. Kunjungan ini bagian dari strategi meningkatkan kemandirian pangan dan memperkuat sektor peternakan di Madina.
Atika Azmi Utammi mengatakan, lngkah ini diambil karena pasokan telur untuk Madina selama ini masih didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Payakumbuh.
“Harapan kami, Madina segera memiliki sentra telur sendiri agar tidak lagi bergantung pada pasokan luar. Melalui studi ini, kami ingin mengadopsi usaha peternakan yang lebih efisien dan modern untuk dikembangkan di Mandailing Natal,” kata dia.
Atas sambutan dan dukungan dari Pemkot Payalumbuh, Wabup Atika menyampaikan terima kasih kepada Asisten II Yusrizal dan Kadis Pertanian Nila Misna. “Semoga kunjungan ini membawa keberkahan bagi kedua daerah,” harap dia.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Madina Taufik Zulhandra Ritonga menambahkan, ada dua lokasi peternakan ayam petelur skala besar yang dikunjungi. Dia berharap model usaha ini bisa diterapkan di Bumi Gordang Sambilan.
“Ini akan kami kembangkan melalui penggiat peternak telur dengan target memenuhi kebutuhan telur bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” sebut Taufik.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Madina melalui Dinas Pertanian menyusun program strategis yang mulai dianggarkan tahun 2027 yang difokuskan pada pengembangan peternakan ayam petelur layer dan itik petelur.
“Program ini ditargetkan memenuhi minimal 20 persen kebutuhan telur di Madina untuk mendukung program makan bergizi gratis,” sebut dia.
Antusiasme disampaikan peserta studi tiru, Muhammad Yasid asal Desa Lumban Pasir. Ia mengaku mendapat wawasan baru tentang manajemen pakan. “Saya dapat pengalaman dan pengetahuan mendalam. Saya yakin siap memulai beternak ayam petelur di Madina,” kata dia.
Untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini, Pemkab Madina berkomitmen mempermudah akses permodalan peternak melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan program ini menggerakkan ekonomi lokal dan memastikan ketersediaan pangan bergizi terjangkau bagi masyarakat.
Dalam kunjungan ini, Wabup Atika didampingi Plt Kadis Pertanian dan Peternakan Taufik Zulhandra Ritonga, Kabid Peternakan Reni, Kadis Kominfo Muhammad Syail, dan tiga peternak ayam petelur.
