Mandailing Natal, (SR Madina News) — Mantan Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Negeri Medan (UNIMED) sekaligus Demisioner Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Mandailing Natal Periode 2018-2022, Ahmad Jumadi, mengajak elemen mahasiswa untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi berbagai dinamika serta persoalan yang terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Rabu, (10/6/2026)
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial yang dapat memberikan kritik, gagasan, dan saran konstruktif guna mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal.
Ahmad Jumadi menegaskan bahwa penyampaian kritik merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik yang disampaikan hendaknya tetap mengedepankan etika, adab, dan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Mandailing.
“Perbedaan pandangan terhadap setiap kebijakan merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Namun sebagai insan terpelajar, mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan kritik dan sumbang saran secara santun, objektif, serta tetap berada dalam koridor norma dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menilai bahwa kritik yang disampaikan secara bermartabat akan lebih efektif dalam membangun ruang dialog dan menghadirkan solusi bagi kemajuan daerah.
“Karena itu, mahasiswa diharapkan tetap menjaga marwah intelektual dalam menyampaikan aspirasi serta terus berkontribusi melalui pemikiran yang konstruktif demi terciptanya pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Mandailing Natal” Pungkasnya. (DS01)

